UJIAN TENGAH SEMESTER GANJIL 2020/2021
KAMPUS MILENIAL ITBI
NAMA : JUNITA SIMANJUNTAK
KELAS : PAGI
JURUSAN : AKUNTANSI
1. Yang dimaksud dengan Akuntansi adalah terjemahan dari kata accounting yang berarti menghitung. Secara garis besar, akuntansi adalah suatu proses yang diawali dengan mencatat,mengelompokkan, mengolah, menyajikan data, serta mencatat transaksi yang berhubungan dengan keuangan sehingga informasi tersebut dapat digunakan oleh seseorang yang ahli di bidangnya dan menjadi bahan untuk mengambil suatu keputusan.
Peran akuntansi bagi pebisnis sangatlah dibutuhkan. Akuntansi banyak memberikan informasi penting mengenai biaya, pendapatan, laba rugi, dan proses pengendalian keuangan lainnya.
Berikut ini adalah penjelasan mengenai apa saja peran akuntansi terhadap bisnis :
1) Sebagai Alat Pengendali Keuangan
Semua kegiatan yang berupa perekonomian yang dilakukan oleh sebuah perusahaan dalam menjalankan sebuah bisnis, pengendalian dan pengontrolan keuangan menjadi hal yang sangat penting karena akan menentukan keberhasilan dari bisnis tersebut.
2) Dapat Membantu Para Pemegang Saham / Stakeholders Dalam Mengambil Keputusan
Dengan adanya informasi yang jelas mengenai laporan keuangan, maka para pemegang saham akan lebih mudah dalam mengambil sebuah keputusan, dikarenakan adanya peran akuntansi di dalamnya.
3) Berhubungan Dengan Pihak Ketiga
Hal yang perlu diketahui yaitu akuntansi tidak selalu berhubungan dengan pihak internal perusahaan saja, namun akuntansi juga berkaitan dengan dengan pihak pihak diluar perusahaan seperti yang disebutkan sebelumnya yaitu Stakeholder atau pemegang saham.
4) Dapat Memantau Pertumbuhan Bisnis Anda
Kemampuan untuk memantau pertumbuhan bisnis adalah salah satu manfaat utama dari peran akuntansi bisnis yang terperinci. Dengan adanya akuntansi dalam bisnis, maka akan lebih mudah mengetahui aset, liabilitas, jumlah saldo, dan beberapa jumlah pendapatan yang sudah dimiliki, dengan begitu dapat dengan mudah melacak pertumbuhan bisnis yang dimiliki.
5) Membantu Dalam Mengisi Laporan Keuangan Bisnis
Inilah sebabnya mengapa pembukuan akuntansi tidak boleh diabaikan, catatan keuangan mencerminkan hasil operasi serta posisi keuangan bisnis atau perusahaan. Dengan kata lain, peran akuntansi membantu memahami apa yang terjadi dengan bisnis secara finansial.
2. Laporan keuangan perusahaan jasa yang disajikan setiap akhir periode yang terdiri atas laporan :
a) Laporan Laba / Rugi (Income Statement)
Laporan laba rugi adalah laporan keuangan perusahaan jasa yang menunjukkan pendapatan dan beban dari suatu perusahaan dalam satu periode akuntansi. Laporan laba/ rugi perusahaan disajikan dan memiliki unsur kinerja keuanganyang diperlukan bagi penyajian secara wajar.
Bentuk laporan laba / rugi yang lazim digunakan ada dua, yaitu :
· Bentuk langsung ( single step)
Dalam bentuk ini, seluruh pendapatan dijumlahkan dan semua beban dijumlahkan. Dari selisih antara jumlah pendapatan dengan jumlah beban dapat diketahui besarnya laba atau rugi perusahaan.
· Bentuk bertahap ( multiple step )
Dalam bentuk ini, dalam laporan laba / rugi diadakan pengelompokan atas jenis pendapatan dan jenis beban. Dimana pendapatan dibedakan atas pendapatan usaha dan pendapatan diluar usaha, serta beban dibedakan pula atas beban usaha dan diluar usaha. Kemudian dari selisih pendapatan dan beban diperoleh laba/ rugi perusahaan.
b) Laopran perubahan modal
Laporan ini adalah laporan keuangan perusahaan jasa yang menunjukkan sebab sebab adanya perubahan modal, dari modal awal sampai dengan modal akhir periode. Dalam perubahan modal ditunjukkan dengan perhitungan antara modal ditambah laba bersih seperti yang tercantum dalam laba/ rugi, kemudian dikurangi dengan pengambilan pribadi (prive), sehingga diperoleh modal pemilik akhir periode.
c) Neraca ( balance sheet)
Neraca adalah laporan keuangan perusahaan jasa yang menunjukkan keadaan keuangan atau posisi keuangan suatu perusahaan pada akhir periode. Posisi keuangan yang dimaksud terdiri atas jumlah aktiva, kewajiban, dan modal. Dalam penyusunan neraca harus diurutkan sesuai dengan tingkat kelancarannya. Neraca dapat disusun dengan dua bentuk :
· Bentuk laporan ( stafel)
Neraca yang disusun dalam bentuk stafel artinya neraca disajikan dengan harta dibagian atas dan kewajiban serta modal dibagian bawah. Neraca ini juga disebut dengan bentuk laporan/ vertikal.
· Bentuk T
· Bentuk ini berartikan penyajian harta disebelah kiri, sedangkan kewajiban dan modal disebelah kanan. Neraca ini sering juga disebut bentuk sebelah menyebelah.
d) Laporan arus kas (statement of clas flows)
Laporan arus kas adalah laporan keuangan perusahaan jasa yang menunjukkan arus masuk dan arus keluar tentang kas dan setara dengan kas. Kas merupakan uang tunai atau saldo kas dan rekening giro, sedangkan setara kas merupakan investasi yang sifatnya sangat likuid, berjangka pendek yang dengan cepat dapat dijadikan kas.
e) Laporan atas laporan keuangan
Laporan atas laporan keuangan adalah laporan yang pembuatannya berkaitan dengan laporan yang disajikan. Tujuan pembuatannya adalah memberikan penjelasan yang lebih rinci mengenai hal hal yang tertera dilaporan laporan jenis lainnya.
3. Pengaruh persamaan akuntansi tersebut adalah akun perlengkapan bertambah diposisi sebelah debit dan pada transaksi ini menggunakan pembelian secara tunai atau kas maka muncul akun kas berkurang disebelah debit.
Jurnalnya :
|
Tanggal |
Keterangan |
Ref |
Debit |
Kredit |
|
|
|
|
Perlengkapan Kas |
|
100.000,00 |
100.000,00 |
4. Akun pada perusahaan dapat digolongkan dalam beberapa kategori, yaitu :
· Akun Rill (real account)
Merupakan akun yang disajikan ke dalam neraca antaral ain harta/ aktiva, utang dan modal. Akun rill disebut akun terbuka (akun permanen) karena akun riil memiliki saldo yang akan dibuka kembali untuk tahun berikutnya.
· Akun nominal (Nominal Account)
Merupakan akun yang disajikan ke dalam laporan laba rugi antara lain pendapatan/penjualan dan beban. Akun nominal tidak memiliki saldo karena sudah dipindahkan ke modal. Akun nominal disebut dengan akun tertutup (closed account) maka dari itu akun ini disebut juga akun sementara.
5. Tabel 1.12 posisi saldo normal akun perusahaan jasa
|
Nama akun |
Bertambah (+) |
Berkurang (-) |
Saldo normal |
|
Aktiva |
D |
K |
D |
|
Kewajiban / utang |
K |
D |
K |
|
Modal |
K |
D |
K |
|
Pendapatan |
K |
D |
K |
|
Beban |
D |
K |
D |
|
Prive |
D |
K |
D |
6. Berikut ini adalah kelompokkan akun akun yang tertera dibawah ini
|
Aktiva (D) |
Kewajiban (k) |
Modal (K) |
Pendapatan (K) |
Beban (D) |
|
Kas |
Utang Dagang |
Modal |
Pendapatan bunga |
Beban Gaji |
|
Kendaraan |
- |
- |
- |
Beban bunga |
|
Piutang Dagang |
- |
- |
- |
- |
|
Gedung |
- |
- |
- |
- |
|
perlengkapan |
- |
- |
- |
- |
7. Siklus akuntansi perusahaan jasa ialah suatu proses pembuatan laporan keuangan perusahaan dalam suatu periode tertentu. Umumnya siklus akuntansi diawali dari transaksi hingga pada pembuatan laporan keuangan perusahaan yang selanjutnya berlanjut dengan adanya saldo yang ditutup dengan closing entry (jurnal penutup) atau sampai jurnal pembalik:
a. Penjurnalan
b. Buku besar
c. Neraca saldo
d. Jurnal penyesuaian
e. Neraca lajur
f. Laporan keuangan
g. Jurnal penutup
h. Jurnal pembalik
i. Naraca akhir/ awal
8. PT. TERANG DUNIA
Jurnal Umum
Per 30 April 2018
|
Tanggal |
Keterangan |
Ref |
Debit |
kredit |
|
|
A P R I L
2 0 1 8 |
01 |
Kas Modal |
|
150.000.000 |
150.000.000 |
|
05 |
Gedung Tanah Modal |
|
250.000.000 200.000.000 |
450.000.000 |
|
|
06 |
Peralatan Utang usaha |
|
17.000.000
|
17.000.000 |
|
|
07 |
Kas Utang usaha |
|
60.000.000 |
60.000.000 |
|
|
12 |
Kas Pendapatan Piutang usaha Utang pendapatan |
|
9.000.000
20.000.000 |
9.000.000
20.000.000 |
|
|
25 |
Beban tenaga kerja Beban perlengkapan Beban bunga kas |
|
3.500.000 2.300.000 1.200.000 |
7.000.000 |
|
|
26 |
Utang usaha Kas |
|
10.000.000 |
10.000.000 |
|
|
28 |
Utang pendapatan Piutang usaha |
|
12.000.000 |
12.000.000 |
|
|
30 |
Deviden Kas |
|
5.000.000 |
5.000.000 |
|
|
JUMLAH |
740.000.000 |
740.000.000 |
|||
9. PT. TERANG DUNIA
BUKU BESAR
PER 30 APRIL 2018 (dalam bentuk rupiah)
|
Tanggal |
Keterangan |
Ref |
Debit |
Kredit |
Saldo |
||
|
Debit |
Kredit |
||||||
|
AP RIL 20 18 |
1 |
Modal |
J U |
150.000 |
|
15.000 |
|
|
7 |
Kredit usaha |
60.000 |
|
210.000 |
|
||
|
12 |
Pendapatan |
9.000 |
|
300.000 |
|
||
|
25 |
Pemb. Beban |
|
7.000 |
293.000 |
|
||
|
26 |
Pemb. Utang |
|
10.000 |
283.000 |
|
||
Nama akun : piutang dagang
|
Tanggal |
Keterangan |
Ref |
Debit |
Kredit |
Saldo |
||
|
Debit |
Kredit |
||||||
|
AP RIL 20 18 |
12 |
Pendapatan |
J. U |
20.000 |
|
20.000 |
|
|
28 |
Pembayaran |
|
12.000 |
8.000 |
|
||
|
Tanggal |
Keterangan |
Ref |
Debit |
Kredit |
Saldo |
|
||
|
Debit |
Kredit |
|
||||||
|
AP RIL 20 18 |
05 |
Tamb. Modal |
J.U |
250.000 |
|
250.000 |
|
|
|
||||||||
|
||||||||
|
||||||||
|
Tanggal |
Keterangan |
Ref |
Debit |
Kredit |
Saldo |
|
||
|
Debit |
Kredit |
|
||||||
|
AP RIL 20 18 |
05 |
Tamb. Modal |
J.U |
200.000 |
|
200.000 |
|
|
|
||||||||
|
||||||||
Nama akun : Peralatan
|
Tanggal |
Keterangan |
Ref |
Debit |
Kredit |
Saldo |
|
||
|
Debit |
Kredit |
|
||||||
|
AP RIL 20 18 |
06 |
Secara kredit |
J.U |
17.000 |
|
17.000 |
|
|
|
||||||||
|
||||||||
Nama akun :utang usaha
|
Tanggal |
Keterangan |
Ref |
Debit |
Kredit |
Saldo |
||
|
Debit |
Kredit |
||||||
|
AP RIL 20 18 |
06 |
Pemb. Secara kredit |
J. U |
|
17.000 |
|
17.000 |
|
07 |
Penambahan modal |
|
60.000 |
|
77.000 |
||
|
26 |
Pemb. Utang |
10.000 |
|
|
67.000 |
||
|
Tanggal |
Keterangan |
Ref |
Debit |
Kredit |
Saldo |
||
|
Debit |
Kredit |
||||||
|
AP RIL 20 18 |
12 |
Pend. Blm dibayar |
J. U |
|
20.000 |
|
20.000 |
|
28 |
Pembayaran |
12.000 |
|
|
8.000 |
||
Nama akun : Modal
|
Tanggal |
Keterangan |
Ref |
Debit |
Kredit |
Saldo |
||
|
Debit |
Kredit |
||||||
|
AP RIL 20 18 |
1 |
Modal awal |
|
|
150.000 |
|
150.000 |
|
5 |
Tamb. Modal |
|
450.000 |
|
600.000 |
||
|
Keterangan |
Ref |
Debit |
Kredit |
Saldo |
|||
|
Debit |
Kredit |
||||||
|
AP RIL 20 18 |
12 |
PT. Duta Niaga
|
|
|
9.000 |
|
9.000 |
Nama akun : beban tenaga kerja
|
Tanggal |
Keterangan |
Ref |
Debit |
Kredit |
Saldo |
|
||
|
Debit |
Kredit |
|
||||||
|
AP RIL 20 18 |
25 |
Secara tunai |
J.U |
3.500 |
|
3.500 |
|
|
|
||||||||
|
||||||||
Nama akun : beban perlengkapan
|
Tanggal |
Keterangan |
Ref |
Debit |
Kredit |
Saldo |
|
||
|
Debit |
Kredit |
|
||||||
|
AP RIL 20 18 |
25 |
Secara tunai |
J.U |
2.300 |
|
2.300 |
|
|
|
||||||||
|
||||||||
Nama akun : beban bunga
|
Tanggal |
Keterangan |
Ref |
Debit |
Kredit |
Saldo |
|
||
|
Debit |
Kredit |
|
||||||
|
AP RIL 20 18 |
25 |
Secara tunai |
J.U |
1.200 |
|
1.200 |
|
|
|
||||||||
|
||||||||
10. Ayat jurnal penyesuaian (adjusting journal entry) adalah ayat jurnal yang dibuat untuk menyesuaikan saldo saldo rekening yang ada di neraca saldo yang “sebenarnya” sampai akhir periode akuntansi.
Berikut ini adalah akun akun yang perlu disesuaikan yakni :
I. Biaya dibayar dimuka
II. Pendapatan diterima dimuka
III. Biaya yang masih harus dibayar
IV. Pendapatan yang masih harus diterima
V. Penyusutan aktiva tetap
VI. Kerugian piutang
Pada umumnya ada beberapa penyebab suatu transaksi memerlukan penyesuaian yaitu sebagai berikut:
I. Keadaan dimana suatu transaksi sudah terjadi tetapi informasi tersebut belum dicatat dalam jurnal sebelumnya (dalam perkiraan yang bersangkutan)
II. Transaksi yang sudah dicatatdalam jurnal sebelumnya (dalam perkiraan yang bersangkutan) tetapi saldo perkiraan masih harus disesuaikan agar dapat disajikan dalam jurnal yang benar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar