Jumat, 05 Februari 2021

JAWABAN UJIAN AKHIR SEMESTER 01 PENGANTAR AKUNTANSI KAMPUS MILENIAL ITBI

 

NAMA              : JUNITA SIMANJUNTAK

KELAS               : PAGI

JURUSA              : AKUNTANSI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1.   Berikut ini adalah beberapa perbedaan dari :

Perusahaan dagang

Adalah perusahan yang menjual produk dari supplier dalam bentuk bahan jadi untuk dijual kembali. Perusahaan dagang hanya melakukan penjualan kembali dan mengambil keuntungan usaha dari selisih penjualan dan pembelian. 

 

Ciri-ciri perusahaan dagang yang membedakan dengan perusahaan lainnya: 

·         Ada stok persediaan barang jadi

·         Ada Harga Pokok Produksi (HPP), yang digunakan untuk menentukan harga pokok barang dapat dilakukan dengan mudah

·         Tidak menggunakan laporan tentang harga pokok produksi serta tidak terdapat biaya akuntansi di dalamnya

 

 

Perusahaan jasa

Adalah perusahaan yang menjual jasa yang dihasilkannya untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Sehingga perusahaan yang tidak memiliki persediaan barang untuk dipasarkan, sebagaimana perusahaan dagang. Jadi pencatatan akuntansinya, hanya akan ada bagian persediaan dan pembelian saja. 

 

Ciri-ciri perusahaan jasa yang membedakan dengan perusahaan lainnya: 

·         Tidak ada harga pokok barang dan tidak ada laporan mengenai harga pokok produksi sehingga tidak ada biaya akuntansi di dalamnya

·         Tidak ada persediaan barang apapun karena yang dijual berupa jasa

·         Jika ada pembelian kantor, maka akan langsung dimasukkan ke dalam akun peralatan atau perlengkapan

 

Perbedaan Akuntansi Perusahaan Dagang dan Perusahaan Jasa 

Akuntansi Perusahaan Dagang

 

Perbedaan akuntansi perusahaan dagang dengan perusahaan jasa terletak pada aktivitas dan akun-akun di dalamnya. Ada akun-akun yang terdapat pada perusahaan dagang tetapi tidak ada di perusahaan jasa. Sebaliknya, ada juga akun pada perusahaan jasa yang tidak terdapat pada perusahaan dagang.

 

Akuntansi perusahaan dagang lebih menekankan pada pencatatan barang-barang dagangan baik yang masuk maupun yang keluar dari perusahaan atau yang terjual kepada konsumen.  Pencatatan barang ini menjadi pusat dari sistem akuntansi perusahaan karena data pada akun ini sangat berpengaruh terhadap perhitungan akun lainnya.

 

Berikut adalah akun pada perusahaan dagang yang tidak ada pada perusahaan jasa : 

 

1)   Akun Pembelian

 

Akun yang mencatat pembelian barang-barang sebelum dijual ke konsumen. Pembelian perusahaan pada barang-barang selain pembelian produk yang dijual (seperti jasa) tidak dimasukkan ke dalam akun ini.

 

2)   Akun Penjualan

 

Akun yang menyimpan semua kegiatan penjualan produk yang dijual perusahaan kepada konsumen maupun perantara. Sama seperti akun pembelian, pada akun penjualan juga tidak dimasukkan penjualan perusahaan di luar penjualan produk. 


3)   Akun Persediaan

Akun yang menyimpan data mengenai jumlah persediaan barang selama periode tertentu.

4)   Harga Pokok Penjualan atau HPP

HPP adalah harga pokok yang dipakai untuk menentukan harga beli barang yang akan dijual pada suatu waktu tertentu dan dipengaruhi oleh naik turunnya harga pasar.

 

5)   Akun Potongan Tunai

Akun yang diperuntukkan untuk pemberian diskon atau potongan harga yang diberikan oleh penjual kepada konsumen karena telah membayar barang dengan tunai langsung ketika transaksi terjadi.

 

6)   Akun Potongan Pembelian

Bagian dari akuntansi perusahaan dagang yang mencatat potongan harga yang diberikan oleh produsen kepada perusahaan dagang karena telah membayar dengan tunai atau lunas dalam jangka waktu tertentu.


7)   Akun retur penjualan

Akun yang digunakan untuk menyimpan dan menganalisa data mengenai barang yang sudah terjual ke konsumen namun dikembalikan kepada perusahaan karena kondisinya yang cacat dan tidak sesuai dengan pemesanan.


8)   Beban Pemasaran

Beban pemasaran adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk menjual barang-barang persediaan hingga sampai ke tangan konsumen.

 

Akuntansi Perusahaan Jasa

 

Perbedaan akuntansi perusahaan jasa dan dagang terletak pada proses kegiatan usaha dan produk yang dihasilkan. Hal itu berpengaruh terhadap lembar kerja yang digunakan oleh masing-masing perusahaan.Akun yang terdapat pada perusahaan jasa pada transaksi penjualan hanyalah akun pendapatan saja. Berbeda halnya pada perusahaan dagang yang terdiri dari akun penjualan, harga pokok persediaan, dan harga pokok penjualan.

Berikut adalah siklus akuntansi perusahaan jasa: 

a.   Analisa Transaksi (Pencatatan & Penggolongan)

 

Tahap pertama adalah mengumpulkan data-data keuangan, mencatat seluruh transaksi keuangan, kemudian memindahkannya dari jurnal umum ke buku besar. 

Golongkan data transaksi keuangan berdasarkan jenis transaksi, tanggal, nomor dan nama akun, dan lain sebagainya. Sehingga, seluruh transaksi pada jurnal yang berhubungan dengan kas akan masuk pada satu buku besar kas. Lalu, hitung saldo masing-masing akun pada buku besar.

b.   Neraca Saldo atau Neraca Percobaan

Buat neraca saldo untuk menilai proses pencatatan data dari jurnal umum ke buku besar, apakah sudah sesuai dengan cara membuat neraca saldo. Jika jumlah debit dan kredit seimbang, itu artinya tidak ada kesalahan dalam penginputan data.

c.    Jurnal Penyesuaian

Tahap selanjutnya adalah menyusun jurnal penyesuaian. Jurnal ini mulai dibuat saat ada transaksi yang menyebabkan perubahan pada akun-akun perusahaan. 

d.   Neraca Lajur

Idealnya, penyusunan neraca lajur berpijak pada neraca saldo dan jurnal penyesuaian. Apabila keduanya telah Anda buat, maka penyusunan neraca lajur bisa dilakukan dengan mudah. Neraca ini akan memberikan informasi dalam bentuk laporan laba-rugi dan neraca. 

e.    Laporan Keuangan

Buat laporan laba-rugi, neraca, dan perubahan modal. Dalam laporan laba-rugi, semua pendapatan dan biaya akan dihitung untuk mengetahui laba atau rugi yang diperoleh. Dalam laporan neraca akan menampilkan posisi keuangan perusahaan dari aset, utang, dan modal.

 

f.    Jurnal Penutup

Akun-akun perkiraan tersebut terdiri dari akun pendapatan, biaya dan beban, laba-rugi, dan prive (pengambilan dana oleh pemilik untuk keperluan pribadi).

g.   Jurnal Pembalik

Tahapan yang selanjutnya adalah membuat jurnal pembalik. Langkah yang perlu dilakukan ialah membalikkan beberapa akun yang telah ditutup untuk mengembalikan saldonya. Akun perkiraan yang dibalik biasanya adalah pembayaran yang dibayar di muka dan pembayaran yang belum jatuh tempo.

h.   Neraca Akhir atau Awal (Setelah Penutupan)

Terakhir adalah pembuatan neraca akhir atau awal. Neraca ini berfungsi ganda, sebagai akhir dari periode, dan jadi awal untuk periode selanjutnya.

 

 

 

2.   Secara umum perusahaan dagang merupakan perusahaan yang aktivitas utamanya

membeli, menyimpan dan menjual kembali barang dagang tanpa memberikan nilai tambah terhadapnya. Yang dimaksud nilai tambah berupa mengolah atau mengubah bentuk atau sifat barang, sedemikian rupa sehingga memiliki nilai jual yang tinggi.

Perusahaan dagang bisa dibedakan dari jenis lain dengan melihat ciri-ciri khusus yang melekat dalam suatu perusahaan dagang. Ciri-ciri perusahaan dagang sebagai berikut :

1)   Pendapatan utamanya berasal dari penjualan barang dagangan.

2)   Biaya utamanya berasal dari harga pokok barang yang terjual dan biaya usaha lainnya.

3)   Dalam akuntansinya terdapat akun persediaan barang dagangan.

4)   Sebagai perantara antara produsen dan konsumen.

5)   Antara barang yang dibeli dan barang yang dijual sama atau tidak ada perubahan.

6)   Tujuan utamanya mencari laba dengan cara menjual dagang dengan harga lebih tinggi dibandingkan dengan harga belinya.

Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Siklus akuntansi perusahaan dagang adalah proses membuat laporan keuangan perusahaan dagang pada suatu periode tertentu. Pada umumnya siklus akuntansi perusahaan dagang selalu dimulai dari transaksi sampai pada pembuatan laporan keuangan perusahaan yang dilanjutkan dengan adanya saldo yang ditutup dengan jurnal penutup sampai pada jurnal pembalik.

Mencatat Transaksi di Jurnal Umum

Mencatat semua transaksi di jurnal umum adalah langkah pertama dalam siklus akuntansi dan digunakan untuk mencatat semua transaksi bisnis dan peristiwa dalam sistem akuntansi. Ketika peristiwa bisnis terjadi sepanjang periode akuntansi, entri jurnal dicatat dalam jurnal umum untuk menunjukkan bagaimana peristiwa tersebut berubah dalam persamaan akuntansi. Misalnya, ketika perusahaan membelanjakan kas untuk membeli kendaraan baru, akun kas berkurang atau dikreditkan dan akun kendaraan bertambah atau didebit.

Mencatat di Buku Besar Pembantu

Setelah entri jurnal dibuat dalam jurnal umum, selanjutnya entri ini harus diposting dan ditransfer ke akun buku besar. Ini adalah langkah kedua dalam siklus akuntansi perusahaan dagang. Tujuan penjurnalan adalah untuk mencatat perubahan dalam persamaan akuntansi yang disebabkan oleh peristiwa bisnis. Akun buku besar mengkategorikan perubahan atau debet dan kredit ini ke dalam akun tertentu, sehingga manajemen dapat memiliki informasi yang berguna untuk tujuan penganggaran dan kinerja.

Membuat Neraca Saldo Belum Disesuaikan

Neraca saldo yang belum disesuaikan adalah daftar semua akun bisnis yang akan muncul di laporan keuangan sebelum entri jurnal penyesuaian akhir tahun dibuat. Itulah sebabnya neraca saldo ini disebut tidak disesuaikan. Ini adalah langkah ketiga dalam siklus akuntansi. Setelah semua entri jurnal diposting ke akun buku besar, saldo percobaan yang belum disesuaikan dapat disiapkan. Posting akun ke neraca saldo yang belum disesuaikan cukup sederhana. Pada dasarnya, masing-masing saldo akun ditransfer dari akun buku besar ke neraca saldo. Semua akun dengan saldo debit terdaftar di kolom kiri dan semua akun dengan saldo kredit terdaftar di kolom kanan. Karena manajemen menggunakan akun buku besar ini, entri jurnal diposkan ke akun buku besar secara teratur. Sebagian besar perusahaan memiliki sistem akuntansi terkomputerisasi yang memperbarui akun buku besar segera setelah entri jurnal dimasukkan ke dalam software akuntansi. Sistem akuntansi manual biasanya dipasang mingguan atau bulanan. Sama seperti penjurnalan, entri entri dilakukan sepanjang setiap periode akuntansi.

Jurnal Penyesuaian

Jurnal penyesuaian adalah entri jurnal yang dibuat pada akhir periode untuk mengoreksi akun sebelum laporan keuangan disusun. Ini adalah langkah keempat dalam siklus akuntansi. Entri penyesuaian paling sering digunakan sesuai dengan prinsip pencocokan untuk mencocokkan pendapatan dan pengeluaran pada periode terjadinya. Ada tiga jenis entri jurnal penyesuaian sebagai berikut:

1.   Pembayaran di muka

2.   Akrual

3.   Pengeluaran non tunai

Masing-masing dari entri diatas menyesuaikan pendapatan atau pengeluaran agar sesuai dengan penggunaan periode saat ini. Konsep ini didasarkan pada prinsip periode waktu yang menyatakan bahwa catatan dan aktivitas akuntansi dapat dibagi menjadi periode waktu yang terpisah.

Neraca Saldo Telah Disesuaikan

Neraca saldo setelah penyesuaian adalah daftar semua akun perusahaan yang akan muncul pada laporan keuangan setelah jurnal penyesuaian akhir tahun dibuat. Mempersiapkan neraca saldo setelah penyesuaian adalah langkah kelima dalam siklus akuntansi perusahaan dagang dan merupakan langkah terakhir sebelum laporan keuangan dapat diproduksi. Ada dua cara utama untuk menyiapkan neraca saldo yang disesuaikan. Kedua cara ini bermanfaat tergantung pada situs perusahaan dan bagan akun yang digunakan. Anda dapat memposting akun ke saldo setelah penyesuaian menggunakan metode yang sama yang digunakan dalam membuat saldo percobaan yang tidak disesuaikan. Saldo akun diambil dari akun buku besar dan ada pada neraca saldo yang belum disesuaikan. Pada dasarnya, Anda hanya mengulangi proses ini lagi kecuali jika akun buku besar  menyertakan entri penyesuaian akhir tahun. Anda juga dapat mengambil saldo percobaan yang tidak disesuaikan dan cukup menambahkan penyesuaian ke akun yang telah diubah. Dalam banyak hal ini lebih cepat untuk perusahaan kecil karena sangat sedikit akun yang perlu diubah. Perhatikan bahwa hanya akun aktif yang akan muncul pada laporan keuangan yang harus dicantumkan pada neraca saldo. Jika akun memiliki saldo nol, tidak perlu mencantumkannya di neraca.

Membuat Laporan Keuangan

Menyiapkan laporan keuangan umum; termasuk neraca, laporan laba rugi, laporan laba ditahan, dan laporan arus kas, adalah hal yang paling penting dalam siklus akuntansi karena merupakan tujuan dari akuntansi keuangan. Dengan kata lain, konsep pelaporan keuangan dan proses siklus akuntansi difokuskan pada penyediaan informasi yang berguna bagi pengguna eksternal dalam bentuk laporan keuangan. Pernyataan-pernyataan ini adalah produk akhir dari sistem akuntansi di perusahaan mana pun. Pada dasarnya, mempersiapkan pernyataan-pernyataan ini adalah tentang apa itu akuntansi keuangan.

Membuat Lembar Kerja Akuntansi

Lembar kerja akuntansi adalah alat yang digunakan untuk membantu akuntan menyelesaikan siklus akuntansi dan menyiapkan laporan akhir tahun seperti neraca saldo yang belum disesuaikan, jurnal penyesuaian, neraca saldo setelah penyesuaian, dan laporan keuangan. Lembar kerja akuntansi pada dasarnya adalah lembar kerja yang melacak setiap langkah dari siklus akuntansi. Dokumen ini biasanya memiliki lima set kolom yang dimulai dengan akun saldo percobaan yang belum disesuaikan dan diakhiri dengan laporan keuangan. Dengan kata lain, lembar kerja akuntansi pada dasarnya adalah lembar kerja yang menunjukkan semua langkah utama dalam siklus akuntansi secara berdampingan. Setiap langkah mencantumkan debit dan kreditnya dengan total yang dihitung di bagian bawah. Sama seperti saldo percobaan, lembar kerja juga memiliki judul yang terdiri dari nama perusahaan, judul laporan, dan periode waktu dokumen laporan.

Membuat Jurnal Penutup

Jurnal penutup adalah entri yang dibuat pada akhir periode akuntansi untuk menghapus semua akun sementara dan mentransfer saldo mereka ke akun permanen. Dengan kata lain, akun sementara ditutup atau diatur ulang pada akhir tahun. Ini biasa disebut dengan menutup buku. Akun sementara adalah akun laporan laba rugi yang digunakan untuk melacak aktivitas akuntansi selama periode akuntansi. Misalnya, akun pendapatan mencatat jumlah pendapatan yang diperoleh selama periode akuntansi, bukan selama masa pakai perusahaan. Akun permanen adalah akun neraca yang melacak aktivitas yang bertahan lebih lama dari periode akuntansi. Misalnya, akun kendaraan adalah akun aset tetap yang dicatat pada saldo. Kendaraan akan memberikan manfaat bagi perusahaan di tahun-tahun mendatang, sehingga dianggap sebagai akun permanen.

Neraca Saldo Setelah Tutup Buku

Neraca saldo setelah penutupan buku adalah daftar semua akun dan saldo mereka setelah entri penutupan telah dijurnal dan diposting ke buku besar. Dengan kata lain, neraca saldo setelah penutupan bukun adalah daftar akun atau akun permanen yang masih memiliki saldo setelah entri penutupan dibuat. Daftar akun ini identik dengan akun yang disajikan pada neraca. Ini masuk akal karena semua akun laporan laba rugi telah ditutup dan tidak lagi memiliki saldo berjalan. Tujuan penyusunan saldo uji coba pasca penutupan adalah memverifikasi bahwa semua akun sementara telah ditutup dengan benar dan total debit dan kredit dalam sistem akuntansi sama dengan setelah entri penutupan dibuat.

Membuat Jurnal Pembalik

Jurnal pembalik adalah entri jurnal yang dibuat pada awal periode akuntansi untuk membalik atau membatalkan jurnal jurnal penyesuaian yang dibuat pada akhir periode akuntansi sebelumnya. Ini adalah langkah terakhir dalam siklus akuntansi. Jurnal pembalik dilakukan karena akrual tahun sebelumnya dan pembayaran di muka akan dilunasi atau digunakan selama tahun baru dan tidak lagi perlu dicatat sebagai kewajiban dan aset. Jurnal ini bersifat opsional tergantung pada apakah ada atau tidak menyesuaikan entri jurnal yang perlu dibalik.

 

 

 

3.   Sistem pencatatan yang berguna untuk menghitung nilai dan mencatat persediaan diperlukan setiap perusahaan. Apapun jenis perusahaan Anda, baik itu perusahaan manufaktur, perusahaan dagang, atau perusahaan jasa, pasti memiliki sistem pencatatan.

Pencatatan persediaan barang juga penting supaya perusahaan dapat mengoptimalkan aset-asetnya sehingga mendapatkan laba yang diinginkan.Keuntungan lain memiliki sistem pencatatan yakni mengetahui pergerakan barang lebih cepat.

Dengan begitu risiko kehilangan atau kerusakan barang bisa dikurangi. Penjualan dan konsumen pun bisa hilang jika pesanan mereka tidak sesuai dengan model, kualitas, dan kuantitas yang diinginkan.

Oleh karena itulah perusahaan mesti selalu mengecek dengan cermat dan saksama tingkat persediaan barang. Ada dua cara pencatatan persediaan yang bisa dilakukan oleh perusahaan yakni metode perpetual dan periodik.

A.   Metode perpetual

Jika perusahaan Anda memilih menggunakan metode perpetual, berarti perusahaan mencatat semua pembelian dan penjualan barang dagangan langsung dalam akun persediaan yang terjadi.

Metode perpetual mencatat terus setiap perubahan dalam akun persediaan. Berikut ini adalah fitur akuntansi dari metode pencatatan persediaan sistem perpetual.

  1. Pembelian bahan baku untuk produksi dan barang dagangan untuk dijual kembali didebet ke pos Persediaan bukan untuk pembelian.
  2. Biaya pengiriman barang dagangan didebet untuk pos Persediaan.
  3. Pembelian retur, potongan pembelian, dan diskon dikreditkan ke pos Inventarisasi, bukan ke rekening terpisah.
  4. Pencatatan harga pokok penjualan setiap penjualan dengan cara mendebet beban pokok penjualan dan mengkredit persediaan.
  5. Perlu adanya buku besar pembantu catatan persediaan individu sebagai kontrol. Catatan anak menggambarkan jumlah dan biaya dari setiap jenis stok di tangan.

Salah satu kelebihan sistem pencatatan persediaan metode perpetual yakni perusahaan tidak perlu melakukan perhitungan fisik (stock opname) pada stok tersisa. Alasannya, perusahaan dapat mengetahui stok yang sebenarnya di lapangan dengan mudah berkat adanya pencatatan yang dilakukan setiap waktu.

Biasanya barang-barang bernilai jual tinggi serta mudah dicatat keluar dan masuknya ke gudang, seperti mobil atau lemari es, adalah tipe barang yang sesuai untuk cocok menggunakan metode perpetual.

B.   Metode periodik

Pada metode periodik pencatatan pembelian dan penjualan barang dagangan dilakukan secara terpisah. Mendebet akun pembelian dan mengkredit akun kas atau utang adalah cara mencatat pembelian barang dagangan.

Sementara pencatatan penjualan barang dagangan dilakukan dengan cara mendebet akun kas atau piutang dan mengkredit akun penjualan. Lazimnya perusahaan yang menjual barang dagangan dalam kuantitas banyak, dengan frekuensi yang tinggi, nilainya relatif kecil dan harga jual-beli yang relatif stabil, adalah yang mamakai sistem pencatatan persediaan metode periodik.

Metode fisik nama lain metode periodik. Disebut demikian karena mesti ada pengecekan fisik terhadap persediaan barang dagangan di akhir periode (stock opname). Hasil penghitungan itu bermanfaat untuk membarui akun persediaan barang dagangan.

Kelebihan metode periodik yakni perusahaan mengetahui besarnya persediaan dalam gudang sehingga stok diketahui secara akurat.

Sementara kekurangan sistem pencatatan persediaan metode periodik adalah tidak bisa mengetahui jumlah stok awal dan akhir periode dari suatu barang dagangan. Kelemahan lain metode periodik yaitu memperlambat pengerjaan laporan keuangan jangka pendek misal 3 dan 6 bulanan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.     

UD SARIWANGI

JURNAL UMUM

PER TAHUN 2020

 

TANGGAL

KETERANGAN

REF

DEBIT

KREDIT

 

12 – 01 - 2020

Piutang Dagang

Penjualan

= 2.000 unit @ Rp. 4.000

= Rp. 8.000.000,00

 

Rp. 8.000.000,00

 

Rp. 8.000.000,00

 

 

22 – 01 -2020

Kas

Pot. Penjualan

Piutang dagang

= 50% x Rp. 8.000.000,00

= Rp. 4.000.000,00

Pot = 4% x Rp. 4.000.000 =160.000

 

Rp. 3.840.000,00

Rp. 160.000,00

 

 

 

Rp. 4.000.000,00

 

25 – 01 – 2020

Retur penjualan

Piutang dagang

= 200 unit x Rp. 4.000

= Rp. 800.000,00

 

Rp. 800.000,00

 

Rp. 800.000,00

10 – 03 – 2020

Kas

Piutang dagang

 

Rp. 3.200.000,00

 

Rp. 3.200.000,00

TOTAL

Rp. 16.000.000,00

Rp. 16.000.000,00

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5.   Retur pembelian merupakan pengembalian barang dari pihak pembeli kepada pihak penjual karena barang yang telah dikirim tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan ataupun barang yang dikirim rusak. Dengan adanya retur pembelian, utang pihak pembeli kepada pihak penjual akan menjadi berkurang. 

Retur pembelian yang dilakukan pihak pembeli dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:

 

1. Retur Pembelian Secara Kredit

Pengembalian barang  dagang yang diperjualbelikan antara penjual dan pembeli secara kredit dengan angsuran dan akan dianggap lunas sesuai waktu jatuh tempo yang sudah disepakati antara pihak pembeli dan penjual.

 

2. Retur Pembelian Secara Tunai

Pengembalian barang dagang yang telah dibeli oleh pihak pembeli secara tunai kepada pihak penjual dan dicatat di arus kas dengan catatan bahwa barang bisa diretur atau dikembalikan jika rusak. Sedangkan

 

Retur penjualan adalah penerimaan barang oleh pihak penjual yang dikembalikan dari pihak pembeli. Pengembalian ini biasanya terjadi jika barang yang dikirim pihak penjual tidak sesuai dengan apa yang diinginkan pembeli atau mengalami kerusakan. 

Retur penjualan menyebabkan piutang atau tagihan dari pihak penjual kepada pihak pembeli berkurang. Saat mencatat retur penjualan pada jurnal keuangan, isi kolom debit dengan akun retur penjualan sedangkan piutang dagang dicatatkan pada sisi kredit.

 

Dalam sebuah transaksi jual beli, biasanya pihak perusahaan membagi retur penjualan dalam 3 jenis menjadi: 

1.   Retur penjualan yang mengembalikan kas pihak pembeli.

2.   Retur penjualan yang mengurangi piutang pihak pembeli.

3.   Retur penjualan untuk mengganti barang yang rusak dari pihak pembeli dengan barang baru. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6.     

PERUSAHAAN TANPA NAMA

JURNAL UMUM

PER 28 FEBRUARI 2020

 

Tanggal

 

Keterangan

Ref

Debit

Kredit

 

Februari

2020

08

Piutang dagang

Penjualan

 

= 2.500 unit x Rp. 4.000

= Rp. 10.000.000,00

 

Rp. 10.000.000,00

 

Rp. 10.000.000,00

11

Retur penjualan

Piutang dagang

 

= 250 unit x Rp. 4.000

= Rp. 1.000.000,00

 

 

Rp. 1.000.000,00

 

Rp. 1.000.000,00

18

Kas

Pot. Penjualan

Piutang dagang

 

Pot = 3% x Rp. 5.000.000,00

= Rp. 150.000

 

Rp. 4.850.000,00

Rp. 150.000,00

 

 

Rp. 5.000.000,00

28

Kas

Piutang dagang

 

Rp. 4.000.000,00

 

Rp. 4.000.000,00

TOTAL

Rp.20.000.000,00

Rp. 20.000.000,00

 

 

 

 

7.   Berikut ini merupakan penjelasan dari :

1)   Free On Board Shipping Point

FOB Shipping Point merupakan syarat penyerahan barang dimana biaya angkut barang atau yang biasa disebut ongkos kirim serta tanggung jawab atas segala risiko terhadap barang dagang dalam perjalanan dari gudang penjual menuju ke gudang pembeli merupakan tanggung jawab pembeli. Barang yang sudah beralih kepada pembeli meskipun barang tersebut masih dalam perjalanan ke gudang pembeli, sudah tidak ada kaitannya lagi dengan penjual baik dari segi biaya maupun risiko akan barang yang dipesan.

 

Saat barang dagang yang dipesan oleh pembeli sudah keluar dari gudang penjual maka baik dari pihak penjual maupun pembeli dapat langsung melakukan pencatatan atau penjurnalan persediaan barang dagang dalam proses transaksi jual beli antara kedua belah pihak meskipun barang yang dikirim belum sampai ke gudang pembeli sekalipun. Sedangkan

 

2)   Free On Board Destination Point

FOB Destination merupakan syarat penyerahan barang dimana biaya angkut barang atau disebut juga ongkos kirim dan tanggung jawab atas segala risiko terhadap barang dagang dalam perjalanan dari gudang penjual menuju ke gudang pembeli merupakan tanggung jawab penjual. Barang dagang dikatakan menjadi hak milik pembeli apabila barang tersebut sudah sampai dan diterima di gudang pihak pembeli.

 

Proses pencatatan atau penjurnalan persediaan barang terhadap pembelian barang dapat dicatat ketika barang dagang tersebut sudah sampai kepada pihak pembeli. Dalam syarat penyerahan barang FOB Destination, besarnya biaya angkut pembelian barang tidak dapat diketahui oleh pihak pembeli. Hal ini dikarenakan biaya angkut barang sudah termasuk dalam harga barang yang dibeli oleh pihak pembeli sehingga dalam pembukuan pada pihak pembeli tidak dicantumkan biaya angkut barang melainkan hanya ada pencatatan harga beli barang dagang tersebut. Dan

 

3)   Cost Insurance And Freight (CIF)

CIF adalah bagian penting dalam perdagangan internasional lintas negara atau ekspor dan impor. Salah satu incoterms ini berbeda dengan metode pembayaran lainnya. Karena ada elemen penting di dalamnya yang turut diperhitungkan. Dalam hal ini, kewajiban eksportir pun juga turut berbeda terutama dalam pengiriman ekspedisi import nantinya.

 

CIF merupakan salah satu istilah yang ditemui dalam incoterms atau International Commercial Terms. Incoterms merupakan kumpulan istilah yang dibuat dalam dunia perdagangan internasional. Di dalam incoterms terdapat penjelasan mengenai hak serta kewajiban antara penjual serta pembeli yang berhubungan dengan perdagangan.



 

8.   Dari ilustrasi atau transaksi tersebut dapat ditarik kesimpulan yakni sebagai berikut :

 

1)   Pihak yang membayar biaya angkut atau sering juga disebut biaya pengiriman adalah pihak PT. Sejahtera sebab syarat penyerahan barang tersebut menggunakan metode FOB Destination Point

 

Jurnalnya :

    

 

20 januari 2020

biaya angkut

Kas

Rp. 50.000

 

Rp. 50.000

 

9.   Berikut ini merupakan perbedaan dari :

 

a)   Jurnal Umum

 

Jurnal umum adalah sebuah jurnal yang digunakan untuk pencatatan segala jenis transaksi keuangan dalam suatu bisnis pada periode tertentu. Jurnal umum memiliki 5 fungsi penting bagi sebuah perusahaan, adapun kelima fungsi tersebut adalah:

Fungsi Historis: Pencatatan setiap transaksi dilakukan berdasarkan waktu terjadinya transaksi, sehingga jurnal umum bisa menggambarkan kegiatan perusahaan sehari-hari dalam satu bulan.

Fungsi Pencatatan: Jurnal umum digunakan untuk melakukan berbagai hal pencatatan keuangan yang terjadi dalam perusahaan selama periode waktu tertentu.

Fungsi Analisis: Menganalisis semua transaksi untuk mengetahui akun mana yang harus di debit maupun di kredit.

Fungsi Instruksi: Merupakan perintah untuk melakukan pencatatan pada buku besar baik yang di debit maupun di kredit sesuai dengan hasil analisis.

Fungsi Informatif: Jurnal umum memiliki fungsi sebagai informasi melalui pencatatan transaksi yang dilakukan.

b)   Jurnal Khusus

Jurnal khusus merupakan jurnal yang dikelompokan secara khusus sesuai dengan jenis transaksinya. Transaksi khusus yang dimaksud adalah transaksi yang sering terjadi dalam setiap bulannya dan selalu berulang-ulang.

jurnal khusus dikelompokan menjadi 4 jenis berdasarkan fungsinya, berikut jenis-jenis fungsi jurnal khusus:

Jurnal Pembelian, berfungsi untuk mencatat semua transaksi pembelian barang usaha secara kredit.

Jurnal Penjualan, untuk mencatat semua transaksi yang berhubungan dengan penjualan barang usaha secara kredit.

Jurnal Penerimaan Kas, untuk mencatat semua transaksi penerimaan uang dari berbagai sumber pemasukan.

Jurnal Pengeluaran Kas, untuk mencatat semua transaksi pengeluaran uang dari berbagai sumber pengeluaran.

 

 

10.  

CV Junita Simanjuntak

Jurnal Umum

Per 31 Desember 2020

 

Tanggal

Keterangan

Ref

Debit

Kredit

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Desember

2020

05

Kuota internet

Kas

 

Rp. 65.000,00

 

Rp. 65.000,00

06

Biaya konsumsi

Kas

 

Rp. 30.000,00

 

Rp. 30.000,00

06

Kalung Titanium Khas Velengkani

Kas

 

Rp. 40.000,00

Rp. 40.000,00

06

Cincin Bapa kami

Kas

 

Rp. 15.000,00

 

Rp. 15.000,00

06

Persembahan

Kas

 

Rp. 20.000,00

 

Rp. 20.000,00

18

Sepatu pancus wanita

Kas

 

Rp. 40. 000,00

 

Rp. 40.000,00

23

Kuota internet

Kas

 

Rp. 65.000,00

 

Rp. 65.000,00

24

Biaya transportasi

Kas

 

Rp. 10.000,00

 

Rp. 10.000,00

24

Biaya konsumsi

Kas

 

Rp. 40.000,00

 

Rp. 40.000,00

25

Biaya konsumsi

Kas

 

Rp. 25.000,00

 

Rp. 25.000,00

25

Biaya transportasi

Kas

 

Rp. 20.000,00

 

Rp. 20.000,00

25

Persembahan

Kas

 

Rp. 30.000,00

 

Rp. 30.000,00

25

Sandal wanita

Kas

 

Rp. 35.000,00

 

Rp. 35.000,00

25

Tas selempang wanita

Kas

 

Rp. 65.000,00

 

Rp. 65.000,00

25

Koper plastik

Kas

 

Rp. 250.000,00

 

Rp. 250.000,00

26

Kuota internet

Kas

 

Rp. 65.000,00

 

Rp.65.000,00

28

Pakaian

Kas

 

Rp. 50.000,00

Rp. 50.000,00

29

Biaya transportasi Pulkam

Kas

 

Rp. 150.000,00

 

Rp. 150.000,00

30

Persembahan

Kas

 

Rp. 10.000,00

Rp. 10.000,00

Total

 

RP. 1.025.000,00

RP.1.025.000,00

 

 

 


 

 

 

 

 

1 komentar:

JAWABAN UJIAN AKHIR SEMESTER 01 PENGANTAR AKUNTANSI KAMPUS MILENIAL ITBI

  NAMA               : JUNITA SIMANJUNTAK KELAS                : PAGI JURUSA               : AKUNTANSI                ...